Kamis, 22 Okt 2026
  • Lifelong Learner With Excelent Character anda Global Competence
  • Lifelong Learner With Excelent Character anda Global Competence

Pelatihan Roots Bentuk Komitmen SMP YPS Singkole Cegah Perundungan dan Kekerasan di Sekolah

Sorowako– Sebagai sekolah ramah anak, SMP YPS Singkole terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan pendidikan yang menyenangkan, nyaman, dan aman bagi peserta didik. Salah satu bentuk dukungan terhadap iklim keamanan sekolah, SMP YPS Singkole menggelar Pelatihan Roots bagi guru dan peserta didik yang dilaksanakan selama tiga hari, yaitu Sabtu-Senin, 26-28 Agustus 2023.

Kegiatan yang digagas oleh Kelompok PIK Remaja SMP YPS Singkole ini menghadirkan Fasilitator Nasional Program Roots Indonesia, Prof. Dr. Farida Aryani, M.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 40 peserta didik paling berpengaruh di sekolah yang mewakili semua tingkatan kelas.

Peserta didik tersebut akan berperan sebagai agen perubahan untuk menyebarluaskan pesan dan perilaku baik di lingkungan sekolah, khususnya kepada teman sebaya. Sebagaimana diketahui bahwa program Roots merupakan program global pencegahan kekerasan di kalangan teman sebaya, yang berfokus pada upaya membangun iklim yang aman di sekolah. Program ini dijalankan dengan mengaktivasi peran siswa sebagai agen berpengaruh atau agen perubahan.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengenalan program pencegahan perundungan (program roots). Setelah itu dilanjutkan dengan materi GEDSI dan Child Safeguarding. Selepas istirahat dilanjutkan dengan materi Disiplin Positif dan Bentuk-bentuk Kekerasan. Materi hari pertama ditutup dengan pembahasan Modul Roots 1 tentang Perkenalan Program Pencegahan Perundungan kepada peserta didik sebagai agen perubahan dan Modul 2 tentang mengenal identitas, kepercayaan, dan kesadaran kelompok.

Pelatihan hari kedua diisi dengan pembahasan modul 3 mengenal perundungan (bullying), modul 4 mengenal kepemimpinan dan cara komunikasi efektif, modul 5 melihat dari perspektif berbeda dan membangun hubungan yang sehat, modul 6 pengaruh siswa dan tanggapan mereka terhadap konflik, modul 7 menghubungkan perubahan yang didorong oleh siswa dengan perilaku positif, dan modul 8 mengembangkan kesepakatan peserta didik anti perundungan.

Pada hari ketiga yang juga hari terakhir pelatihan, peserta menyelesaikan modul 9 mengembangkan dan mempraktikkan permainan peran berdasarkan observasi siswa terhadap perilaku perundungan di Sekolah, modul 10 menuju aksi yang lebih besar di Sekolah, modul 11, 12, 13 persiapan Roots Day, dan diakhiri dengan deklarasi Hari Anti Perundungan yang melibatkan seluruh guru dan peserta didik.

Pelatihan ini dikemas dalam suasana yang menyenangkan bagi peserta. Materi lebih banyak disampaikan melalui diskusi interaktif, gamifikasi, dan serangkaian aktivitas problem solving. Melalui metode ini, peserta sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta dan memungkinkan peserta untuk mengingat informasi yang diajarkan kepada mereka.

Pelatihan ini diharapakan dapat malahirkan agen-agen perubahan yang dapat memberikan contoh agar berperilaku baik dan dapat menebarkan kebaikan. Mampu menjadi penggerak upaya-upaya pencegahan terjadinya perundungan atau kekerasan di sekolah.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar