Kamis, 22 Okt 2026
  • Lifelong Learner With Excelent Character anda Global Competence
  • Lifelong Learner With Excelent Character anda Global Competence

Siswa SMP YPS Singkole Belajar Teknologi Ramah Lingkungan ke PLTA Balambano 

SOROWAKO – Siswa Kelas IX SMP YPS Singkole melakukan kunjungan studi ke Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Balambano PT Vale Indonesia pada Rabu dan Kamis (3-4/5/2023). Kunjungan studi yang diikuti 187 siswa ini dibagi menjadi dua kelompok dan dilaksanakan selama dua hari. 

Kepala SMP YPS Singkole, Bapak Mahmuddin menuturkan bahwa kunjungan studi ini dimaksudkan untuk mengenalkan kepada siswa tentang penerapan teknologi ramah lingkungan, yaitu PLTA yang dimiliki PT Vale Indonesia dan digunakan dalam operasional pertambangan nikel di Sorowako sekaligus menyuplai kebutuhan listrik di Kabupaten Luwu Timur dan sekitarnya. 

Kedatangan siswa ke PLTA Balambano disambut ramah oleh pimpinan dan karyawan di sana. Sebelum berkunjung ke area puncak dam, Bapak Irwan Nukuhaly selaku Supervisor Hydro Plant Operation PLTA Balambano memberikan bekal pengetahuan tentang profil PLTA serta prosedur keselamatan dan keamanan kepada para siswa.

Usai mendapat pembekalan, para siswa kemudian melakukan pengamatan terhadap sejumlah objek. Salah satu yang sangat menarik perhatian, yaitu area pelimpah (spillway) yang merupakan salah satu bangunan bendungan yang berfungsi sebagai pengaman terhadap bahaya banjir. Dari ketinggian 97 meter, siswa dibuat takjub saat menyaksikan air meluncur dari saluran peluncuran. 

Setelah melakukan pengamatan dari puncak dam, siswa kemudian menuju ke ruang kendali (control room) yang berjarak sekitar 300 meter dari dam untuk menggali informasi yang lebih dalam. Di ruang kendali, Bapak Irwan Nukuhaly menjawab pertanyaan dan memberikan penjelasan lebih detail tentang PLTA Balambano sebagai salah satu dari tiga PLTA (Larona dan Karebbe) yang merupakan pemasok listrik aktivitas pertambangan nikel PT Vale Indonesia di blok Sorowako.  

PLTA Balambano yang dibangun pada tahun 1995 dan beroperasi pertama kalinya pada tahun 1999 ini mampu memenuhi kebutuhan listrik aktivitas tambang sebesar 110 megawatt. Tak hanya digunakan untuk keperluan tambang saja, perusahaan juga menyalurkan listrik dari tiga PLTA kepada masyarakat melalui PLN dengan jumlah sekitar 8 megawatt.

Dikutip dari kompas.com,  PT Vale Indonesia mengklaim penggunaan PLTA ini mampu mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebanyak 1 juta ton karbondioksida ekuivalen per tahun dibandingkan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. PT Vale Indonesia sendiri berkomitmen untuk dapat mencapai netralitas karbon pada tahun 2050 pada seluruh area operasionalnya.

Nadiya Yustisia Atstsaury, siswa kelas 9E, mengaku terkesan dengan kunjungan studi ini. “Sangat seru, saya juga dapat banyak informasi baru tentang pembangkit listrik tenaga air dan dapat pengalaman baru masuk ke dalam ruang kontrol melihat sistematika dari pembangkit listrik tersebut.”

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar