
Sorowako– Komite SMP YPS Singkole sukses menggelar kegiatan edukasi psikoseksual dan pencegahan bullying untuk remaja selama dua hari, 12 dan 13 September 2024. Kegiatan yang berlangsung di Hall Pepumpua ini diikuti oleh seluruh siswa SMP YPS Singkole secara terpisah berdasarkan gender. Pada hari pertama, kegiatan diikuti oleh seluruh peserta didik putri dan hari kedua diikuti oleh seluruh peserta didik putra.
Kegiatan ini menghadirkan psikolog ahli, Ibu Munadiah Mulkin, S.Psi., M.Psi., CEAP (Psychology Counselor & Certified Therapist for Trauma & Mental Health Issue)yang memberikan materi edukasi parenting tentang pencegahan bullying dan kekerasan seksual. Narasumber menjelaskan berbagai bentuk kekerasan yang sering dialami remaja, mulai dari kekerasan fisik hingga cyberbullying.


Dalam paparannya, Ibu Munadiah menyoroti faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya bullying dan kekerasan seksual, seperti lingkungan yang tidak mendukung, minimnya proteksi dari orang tua, dan kelekatan anak-orang tua yang lemah.
“Ada beberapa jenis kekerasan yang sering dialami remaja, di antaranya kekerasan fisik, verbal, cyberbullying, dan kekerasan seksual. Terjadinya bullying dan kekerasan seksual ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pelaku potensial, situasi lingkungan, dan anak minim proteksi atau kelekatan anak-otorita lemah. Anak-anak yang mengalami situasi ini cenderung menjadi target kekerasan.” Ungkap Ibu Munadiah.
Lebih lanjut, pemateri menyampaikan bahwa ada beberapa faktor protektif yang dapat meminimalisir peluang terjadinya kekerasan, yaitu modifikasi lingkungan, proteksi anak, bangun power orang tua, dan perlunya membangun kelekatan orang tua dan anak.
Selain memberikan materi edukasi, Ibu Munadiah juga memberikan terapi trauma kepada para peserta. Terapi ini bertujuan untuk membantu siswa melepaskan emosi negatif yang mungkin mereka pendam akibat pengalaman traumatis. “Terapi ini sangat efektif dalam membantu siswa merasa lebih rileks dan percaya diri,” ujarnya.


Kepala SMP YPS Singkole, Bapak Mahmuddin, menyambut baik kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif Komite Sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Edukasi psikoseksual sangat penting untuk memberikan perlindungan bagi siswa dari berbagai bentuk kekerasan,” ujar Bapak Mahmuddin.
Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala untuk memastikan kesehatan mental siswa tetap terjaga. “Dengan memberikan pemahaman yang benar tentang kekerasan dan cara mencegahnya, kita berharap siswa dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, baik secara fisik maupun mental,” tambahnya.
Para siswa yang mengikuti kegiatan ini terlihat antusias dan aktif bertanya. Mereka mengaku mendapatkan banyak manfaat dari materi yang disampaikan. “Saya jadi lebih paham tentang apa itu bullying dan bagaimana cara mencegahnya,” ujar salah satu peserta.
Kegiatan edukasi psikoseksual yang diselenggarakan oleh Komite SMP YPS Singkole merupakan langkah yang sangat positif dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Dengan memberikan pemahaman yang benar tentang kekerasan dan cara mencegahnya, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, baik secara fisik maupun mental.
Tinggalkan Komentar