Kamis, 22 Okt 2026
  • Lifelong Learner With Excelent Character anda Global Competence
  • Lifelong Learner With Excelent Character anda Global Competence

Pelajari Kearifan Lokal Tana Luwu, Rombongan Studi Lapangan P5 Kunjungi Istana Kedatuan Luwu

Sorowako– Peserta didik dari SMP YPS Singkole melakukan kunjungan belajar ke Istana Kedatuan Luwu. Rombongan yang terdiri atas Direktur Sekum YPS, kepala sekolah, sejumlah guru pendamping, dan peserta didik disambut hangat oleh Dewan Adat Kedatuan Luwu pada Jumat pagi, (23/02/24) di Istana Datu Luwu.

Kunjungan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Studi Lapangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pencasila (P5) Kelas 7 dengan fokus pada tema kearifan lokal. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menggali lebih dalam pemahaman mengenai tradisi dan adat istiadat masyarakat di Tana Luwu.

Dalam kesempatan tersebut, peserta didik diberikan pencerahan tentang struktur Kedatuan Luwu secara mendetail oleh tokoh-tokoh adat yang terhormat, seperti Opu Maddika Bua, Y.M. Andi Syaifuddin Kaddiraja, S.E., Opu To Sattiaraja. Materi kedua mengenai sejarah kedatuan luwu disampaikan dengan jelas dan mendalam oleh Opu Jemma Tongeng, Y.M. Drs. Andi Abdullah Sanad Kaddiraja, Opu To Sulolipu. Turut hadir pula tokoh-tokoh penting lainnya seperti Anre Guru Pampawa Epu’, Y.M. Andi Suriadi, Opu To Pasolongi, dan H. Hasan Said, Mokole Wawainia Rahampu’u Matano.

Antusiasme peserta didik sangat terlihat dalam mengikuti setiap agenda yang disajikan. Mereka juga diberi kesempatan untuk berdialog langsung dengan para dewan adat mengenai kearifan lokal masyarakat Luwu. Selain itu, mereka juga dapat menyaksikan dengan mata kepala sendiri bukti-bukti sejarah Kedatuan Luwu, seperti pakaian adat, senjata tradisional, ukiran, dan dokumentasi yang menggambarkan perkembangan kedatuan Luwu dari zaman ke zaman.

Bapak Mahmuddin, selaku Kepala SMP YPS Singkole, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Kedatuan Luwu yang telah memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar dan merasakan nilai-nilai tradisi serta adat-istiadat masyarakat Luwu. Kunjungan ini diharapkan dapat membuka wawasan dan menanamkan penghargaan yang lebih mendalam terhadap warisan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Luwu.

Selain itu, pihak istana menyampaikan apresiasi kepada tim YPS yang rela menempuh perjalanan jauh untuk mendalami kearifan lokal dan budaya Tana Luwu. “Kami sangat berharap semua sekolah di Tana Luwu ini melakukan apa yang saat ini telah dilakukan oleh sekolah YPS, agar anak-anak lebih kenal dan dekat dengan budaya mereka.” Ujar Maddika Bua, Andi Syaifuddin Kaddiraja.

Kunjungan ini tidak hanya sekadar perjalanan, melainkan sebuah pengalaman yang akan membekas dalam benak peserta didik, memperkaya pengetahuan mereka, dan menjadikan mereka sebagai agen perubahan yang mampu menghargai serta melestarikan kearifan lokal di tengah arus globalisasi yang semakin mengglobal.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar