
Sorowako– SMP YPS Singkole menggelar Deklarasi Anti Perundungan dengan meriah pada Senin, (28/8/23). Kegiatan yang dipusatkan di panggung pementasan ini diikuti oleh menajeman sekolah, guru/pegawai, dan seluruh peserta didik di lingkungan SMP YPS Singkole.
Kegiatan ini merupakan acara puncak dari rangkaian pelatihan Roots yang sudah berjalan selama tiga hari, 26-28 Agustus 2023. Pada kegiatan ini, beragam tampilan yang mengampanyekan program anti bullying disajikan oleh para agen perubahan SMP YPS Singkole yang sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan. Penampilan tersebut di antaranya, vokal grup, pembacaan puisi, drama, live musik, dan tari tradisi.



Dalam sambutannya, Kepala SMP YPS Singkole, Bapak Mahmuddin, M.Pd., menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada mentor Roots, Prof. Dr. Farida Aryani, M.Pd., dan tim yang telah mendampingi dan membimbing 40 peserta didik SMP YPS Singkole untuk menjadi agen perubahan dalam program sekolah anti perundungan.
“Deklarasi ini merupakan sesi yang monumental sebagai bentuk komitmen kita semua dalam pencegahan segala bentuk tindak kekerasan dan perundungan di sekolah. Perundungan merupakan salah satu kekerasan sistematis. Oleh karena itu, tidak ada ruang bagi perundungan di sekolah ini.” Ucap Bapak Mahmuddin dengan tegas yang disambut tepuk tangan oleh seluruh hadirin.
Sebagai bentuk komitmen sekolah terhadap pencegahan perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah, di akhir acara semua hadirin mulai dari kepala sekolah, guru, dan seluruh peserta didik SMP YPS Singkole membubuhkan tanda tangan di atas spanduk deklarasi anti perundungan. Deklarasi ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah, bahwa SMP YPS Singkole berikrar untuk memerangi segala bentuk tindakan perundungan dan kekerasan di sekolah.



Tinggalkan Komentar