
SOROWAKO – Suasana akademik yang kental terasa di lingkungan SMP YPS Singkole pada akhir bulan ini. Ratusan siswa kelas 9 tengah berjuang mempertahankan ide penelitian mereka dalam ajang Seminar Proposal Karya Tulis Ilmiah (KTI).
Kegiatan tahunan ini digelar secara maraton selama empat hari, yakni pada tanggal 20, 21, 27, dan 28 November 2025. Sebanyak 60 tim peneliti tampil bergantian di hadapan dewan penguji dan pembimbing.
Dalam pelaksanaannya, setiap tim harus melewati dua tahapan penting. Tahap pertama adalah presentasi proposal selama 10 menit. Setelah itu, mereka harus menghadapi sesi tanya jawab dan pendalaman materi selama 20 menit.



Suasana tegang tak terelakkan saat sesi tanya jawab berlangsung. Para penguji, yang merupakan guru-guru SMP YPS Singkole, dengan cermat membedah isi proposal peserta. Diskusi mendalam terjadi mulai dari penentuan judul, ketajaman latar belakang, rumusan masalah, kajian teori, hingga metode penelitian yang akan digunakan.
Meski tegang, para siswa berusaha memberikan argumen terbaik mereka. Kegiatan ini memang dirancang bukan hanya sebagai seremoni akademik semata. Penulisan KTI merupakan salah satu syarat wajib kelulusan bagi siswa kelas 9 di SMP YPS Singkole.



Program ini menjadi salah satu program unggulan sekolah yang bertujuan membentuk kemampuan berpikir kritis (critical thinking) siswa sejak dini. Hal ini sangat erat kaitannya dengan visi YPS, yakni mewujudkan lulusan yang berkualitas dan berwawasan global.
Melalui seminar ini, diharapkan para siswa tidak hanya siap secara akademis untuk jenjang pendidikan selanjutnya, tetapi juga memiliki pola pikir peneliti yang sistematis dan solutif.
Tinggalkan Komentar