Prestasi Guru, Tulus Mencerdaskan Generasi Bangsa

Diposting pada: 2015-07-30, oleh : Fadli Herman, Kategori: Prestasi dan Lomba

Terdorong motivasi untuk tulus berbagi ilmu pengetahuan kepada anak-anak bangsa, mengokohkan tekad pria kelahiran Ujung Pandang, 16 September 1971 ini untuk mengabdikan diri menjadi seorang pendidik.

Kamal Djabbar. Pria yang akrab disapa Pak Kamal ini dikenal sebagai pribadi yang bersahaja, ramah, dan bersahabat. Gaya mengajarnya yang kreatif dan inovatif membuatnya disenangi siswa.

Di usianya yang masih muda, ia berhasil meraih predikat sebagai guru berprestasi mewakili Kabupaten Luwu Timur tahun 2015.

“Saya ingin melihat anak-anak saya berprestasi jauh daripada saya. Ibarat panah, anak panahnya melesat jauh,” kata Pak Kamal, Selasa (7/7) lalu.

Sebagai guru Matematika, pria yang telah mengabdi di Yayasan Pendidikan Sorowako sejak Februari 1997 ini memiliki segudang pengalaman, baik suka maupun duka.

“Sukanya, ketika membimbing siswa, mampu mengoptimalkan potensinya, berusaha maksimal, dan akhirnya meraih juara,” tuturnya.

Namun, kata Pak Kamal, bukan berarti kalau tidak juara, ia tidak senang. “Justru saya evaluasi diri saya apa yang kurang,” ungkapnya.

“Dukanya, ketika ada anak-anak yang tinggal kelas, dikeluarkan, ada yang di-bully oleh teman-temannya. Ada banyak dukanya, tetapi tidak sedikit juga sukanya,” ungkap Pak Kamal.

Terpilih sebagai guru berprestasi tentu membuatnya senang dan menjadi motivasi baginya untuk terus memberi yang terbaik. “Saya bangga terpilih jadi guru berprestasi mewakili kabupaten, tentu senang, kemudian harus menunjukkan dengan kerja dan tanggung jawab sebagai seorang guru,” ungkapnya.

Sebagai pendidik, ia berharap tumbuhnya karakter positif pada diri siswa. “Semoga anak-anakku punya karakter, etika, sopan santun kepada orang yang lebih tua, dan taat pada aturan sekolah,” kata Pak Kamal.

“Kepada anak-anakku di SMP YPS, jadilah anak yang baik, berprestasi, tangguh dan tak cepat putus asa. Karena untuk apa visi misi sekolah baik, jika hanya sekadar diucapkan namun tidak diimplementasikan dan tertanam pada diri siswa,” kata Pak Kamal. (I)

Reporter: Natazha Jennyfer Podandi


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.ruumit.com
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Himbauan Informasi