Perangi Narkoba, YPS Undang BNN Beri Penyuluhan Ke Remaja

Diposting pada: 2015-03-05, oleh : Fadli Herman, Kategori: Informasi Sekolah

Daya rusak narkoba memang sangat dahsyat. Ibarat gelombang tsunami, dapat menghancurkan apapun yang dilaluinya.

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) Tahun 2014 menyatakan bahwa dalam sehari, 24 pengguna narkoba meregang nyawa. Tidak hanya itu, orang bukan pengguna pun bisa terbunuh gara-gara pecandu narkoba yang kehilangan kesadaran.

Melihat kondisi ironis di atas, maka diperlukan hukuman berat bagi bandar dan pengedar narkoba.

Presiden yang geram akhirnya menyatakan bahwa negeri ini dalam kondisi “darurat narkoba” dan tak ada pengampunan bagi terpidana mati kasus narkoba.

Menyadari betapa pentingnya peran dunia pendidikan dalam mengedukasi anak tentang bahaya narkoba, Yayasan Pendidikan Sorowako pun mendatangkan anggota BNN Luwu Timur, AKP Takdir, Rabu (4/3).

Siang itu, penyuluhan dihadiri sedikitnya 500 siswa SMP YPS Singkole. Kegiatan yang dibuka oleh Direktur Sekolah Umum YPS, Dekker F Rorie, diikuti siswa dengan antusias.  Dalam sambutannya ia menekankan bahwa sekolah berkomitmen dalam memerangi narkoba. “Jika ada siswa yang terbukti menjadi pengguna narkoba, maka sekolah tak segan-segan memecatnya,” katanya. “Kita punya aturan disiplin dan harus ditegakkan,” tandasnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Musala blok 12 itu, turut hadir Wakil Kepala Kepolisian Sektor Nuha, AKP Muhammad Tanding. “Kalau kita ingin meraih cita-cita, tetapi terlibat dan menjadi pecandu narkoba, maka Tuhan akan melaknat. Oleh karena itu, fokuslah untuk meraih cita-citamu,” nasihatnya kepada siswa.

Dalam presentasinya, AKP Takdir, yang juga Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Luwu Timur, memaparkan dampak dan ciri-ciri jika seseorang menjadi pengguna narkoba. “Kucing lompat di dalam rumahnya pun, langsung kaget karena terus dihantui rasa takut dan curiga,” tuturnya.

Ia juga menayangkan beberapa jenis ekstasi yang dikemas dalam bentuk permen, di antaranya Black Diamond, Exity, dan Joker. “Jadi kalau menemukan permen ini di pasaran, hati-hati!” pesannya.

Menurutnya, pada Maret 2015 ini, Polres Lutim telah menangkap 3 pengedar narkoba. Artinya, Luwu Timur ini bukan daerah yang bebas dari peredaran narkoba. “Sehingga semuanya harus waspada dan perlu mengenal sejak dini tentang bahaya narkoba,” tambahnya.

Kegiatan ini pun berlangsung interaktif, didorong oleh rasa ingin tahu yang lebih besar, lima siswa diberi kesempatan mengajukan pertanyaan. Sovie Triana, misalnya, mempertanyakan apa hukuman bagi pengguna di bawah umur (kurang dari 18 tahun). Menanggapi hal itu, AKP Takdir mengungkapkan bahwa berapapun usia pelakunya, tetap akan diproses secara hukum.

Di akhir acara, dengan gerakan simbolis seluruh peserta pun menggaungkan slogan yang sangat populer sebagai komitmen untuk melawan narkoba.

Narkoba NO, Prestasi YES, Prestasi YES, Prestasi YES!

Reporter: Integrity


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.ruumit.com
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 1 komentar untuk berita ini

  • zulfadli
    2015-03-16

    booh, kenapa tidak di ikutkan siswa dan siswi sma.

Himbauan Informasi